dRaMa

BrIlIaNt LeGaCy
brilliant legacy

Brilliant Legacy
Brilliant Legacy Brilliant Legacy
찬란한 유산 찬란한 유산
Also known as Juga dikenal sebagai Shining Inheritance Shining Warisan
Format Format Drama , Romance Drama, Romance
Written by Ditulis oleh So Hyun Kyung Jadi Hyun Kyung
Directed by Sutradara Jin Hyuk Jin Hyuk
Starring Bintangi Han Hyo Joo Han Hyo Joo
Lee Seung Gi Lee Seung Gi
Bae Soo Bin Bae Soo Bin
Moon Chae Won Moon Chae Won
Opening theme Pembuka Only You by Kang Ha Ni Hanya Kau dari Kang Ha Ni
Country of origin Negara asal Korea Selatan South Korea Korea Selatan
Language(s) Language (s) Korean Korea
No. of episodes Jumlah episode 28 28
Production Produksi
Executive producer(s) Executive producer (s) Huh Woong Huh Woong
Running time Running time Saturday & Sunday at 9:45 pm ( KST ) Sabtu & Minggu at 9:45 pm (KST)
Broadcast Broadcast
Original channel Channel asli SBS SBS
Original run Ditayangkan April 25, 2009 – July 26, 2009 April 25, 2009 – 26 Juli 2009
External links Pranala luar
Official website Official website
Brilliant Legacy Brilliant Legacy

Revised Romanization Alihaksara Chanranhan Yusan Chanranhan Yusan

Brilliant Legacy (찬란한 유산), juga dikenal sebagai yang bersinar warisan, adalah sebuah drama korea ditayangkan di SBS jaringan dari April 25, 2009 untuk 26 Juli 2009 pada hari Sabtu dan Minggu malam. Drama terdiri dari 28 episode dan dibintangi Han Hyo Joo dan Lee Seung Gi, yang menggambarkan peran memimpin Go Eun Sung Hwan Sun-Woo masing-masing.

EPISODE 1

Go Eun Sung, anak perempuan seorang pengusaha dipanggil pulang ke korea dari sekolahnya di luar negeri. Ketika turun dari pesawat tak sengaja tasnya tertukar dengan seorang pemuda Sun Woo Hwan. Di bandara Eun Sung oleh seniornya Lee Hyung-jin yang tertarik padanya karena gadis dari keluarga kaya. Untuk pendekatannya itu Lee Hyung-jin meminjam mobil temannya Park Jun-se. Pada saat yang sama di bandara Sun Woo Hwan dijemput oleh Seung Mi (adik tiri Eun Sung). Seung Mi tidak ingin keberadaannya di bandara diketahui oleh Eu Sung.

Eun Sung senang seniornya membiarkannya menyetir mobil (padahal mobil temannya). Ketika sedang mengemudikan mobilnya, dia sempat terkejut karena kaca mobilnya terkena gelas minum plastic yang dilempar sembarang oleh Sun Woo Hwan. Eun Sung marah dan ingin memberi pelajaran kepada orang itu dengan menyalip mobilnya. Namun Woo Hwan mengira dia ditantang oleh orang tak dikenal. Salip menyalip dengan kecepatan tinggi pun terjadi. Woo Hwan berhasil membuat Eun Sung hampir celaka dan kabur.

Woo Hwan berbicara pada Seung Mi bahwa dia tidak berniat pulang ke rumah, dan tidak mau dihubungi dahulu. Dia menyuruh Seung Mi menjelaskan pada neneknya karena Woo Hwan tak ingin dihubungi dan mematikan HPnya.

Eun Sung tiba di rumah dan disambut dengan hangat oleh ayahnya dan. Ibu tirinya, dan adik tirinya pun Seung Mi datang. Saat makan bersama Eun Sung yang mempunyai adik Go Eun Woo penderita autis savant, menanyakan kabar adiknya.

Ayah dan ibu tirinya Baek Sung Hee berbicara terpisah. Dia bermaksud meminjam uang istrinya. Baek Sung Hee mengira uang itu untuk keperluan sekolah Eun Sung di luar negeri. Ia ingin suaminya berterus terang pada eun sung bahwa perusahaan mereka sedang dilanda kesulitan keuangan. Tapi suaminya bicara bahwa ini bukan untuk anak tapi untuk perusahaan. Perusahaan ayah Eun Sung dilanda krisis. Istrinya panik dan berkata bahwa dengan cara apapun perusahaan harus selamat tidak boleh bangkrut.

Eun Sung menyadiri tak tangannya tertukar dan berusaha menelepon tapi tidak aktif. Eun Sung bertemu sejenak dengan ayahnya. Dia minta ayahnya untuk tidak lupa hari ulang tahunnya sendiri besok. Mereka berpisah, eun sung menunggu kepulangan adiknya. Dia baru tahu bahwa adiknya ternyata dua tahun terakhir ini setiap hari sebelum pulang sekolah pergi ke tempat sekolah piano. Adiknya ternyata sangat berbakat dan mampu menciptakan sebuah lagu untuknya. Eun Sung dan Eun Woo berziarah ke makam ibu mereka.
Eun Sung berkata pada ibunya bahwa Eu Woo banyak kemajuan dan dia pasti bisa menjaga Eun Woo.

Ayah Eun Sung, Go Jung Pyoong menemui temannya untuk minta bantuan keuangan. Tapi temannya merasa tidak bisa membantuu banyak. Jung Pyoong berkata jika temannya tidak membantu sama saja membiarkannya mati. Malah jika dia benar mati istrinya akan mendapat asuransi tapi jika dia gagal sama saja seperti kiamat.

Eun Sung makan besarma senior dan teman-temannya. Eun Sung berkata bahwa dia di amerika tidak belajar sesuai keinginan ayahnya, dia tertarik dengan masakan.

Malam harinya Pyoong Jung dan istrinya sama-sama cemas di tempat terpisah. Eun Sung pulang melihat ibunya sedang minum sendirian. TEman pyoong Jung menemuinya tapi dia gagal memberikan bantuan dia hanya memberi Pyong Jung segepok uang. Jung pyoong stress dia pergi minum-minum. Pyoong Jung diincar seseorang yang melihatnya membawa segepok uang. Di tempat sepi dia dipukul sampai tak sadarkan diri dan dirampok uang dan barang-barang miliknya.

Eun Sung terus menelepon Sun Woo Hwan perihal tas tertukar.
Woo Hwan sedang minum-minum dengan teman2nya. Ternyata credit cardnya tlah diblokir (oleh neneknya pastinya), dia mencoba membayar tunai tapi uangnya masih kurang. Ia ditahan pemilik bar tak bisa pulang. Saat Woo Hwan hendak menelepon, tiba-tiba telepon masuk dari Eun Sung. Eun Sung Tanya lokasi Woo hwan dan ingin menukarkan tas. Eun Sung sampai di bar, pemilik bar mengira dia teman woo hwan yang akan membayar sisa uang. Woo hwan menjawab jika dia ingin mengambil tasnya maka kekurangan uang harus dibayar dulu.

Eun Sung terpaksa menyetir mobil karena Woo Hwan mabuk. Dia ingin tasnya kembali dan menanyakan alamat Woo Hwan. Woo hwan membawa eun sung ke hotel. Eun Sung salah paham, ketika Woo Hwan menarik bajunya, Eun Sung menghajarnya.

Pagi harinya Pyoong Jung sadar. Dia mendapati jas dan barang pribadinya telah dirampok. Saat menanyakan kantor polisi dia melihat namanya telah masuk daftar korban meninggal karena kebakaran.
Woo hwan tersadar di hotel, dan ingat bahwa dia semalam dipukul Eun Sung sampai tak sadarkan diri. Eun Sung kembali menelepon Woo Hwan ingin mengambil tasnya.

PArk Jun Se meminta Lee Hyung-jin tidak mempermainkan Go Eun Sung lagi. karena ia yakin Eun Sung gadis baik. Lee Hyung-jin menemani Eun Sung ke hotel mencari Woo Hwan. Tapi Woo Hwan mengerjainya dia malah pergi dan membiarkan Eun SUng menunggunya di hotel.
Woo Hwan menemui ibunya di restoran, meminta kartu kredit baru . Woo Hwan secara tidak sopan meminta ganti minumannya yang dingin. Jun Se sebagai pemilik meminta maaf dan menegur Woo Hwan secara halus. Eun Sung menelepon tapi Woo Hwan blum mau menemuinya.

Baek Sung Hee sedang memikirkan suaminya dan tiba-tiba mendengar berita ledakan dan mengetahui korbannya adalah suaminya, dia lemas.

Sung Hee ke rumah sakit, dia tak tega melihat wajah korban yang rusak. Kemudian ia mengenali jam dan cincin yang dikenakannya. Sung Hee terduduk lemas. Sambil menangis dia menelepon anaknya dan memintanya datang ke rumah sakit tanpa memberitahu Woo Hwan.

Eun Sung memenulis kartu ucapan ulang tahun untuk ayahnya. Dia lalu menelepon Woo hwan lagi. Sambil menangis dia berkata bahwa di tas itu ada kado untuk ayahnya yang berulang tahun hari ini.

Eun Sung menelepon ibu tirinya. Dia langsung syok. Eun Sung kerumah sakit, dia tak percaya ayahnya telah meninggal. Sung Hee bilang tak perlu melihatnya karena wajahnya begitu mengerikan dan yakin ayahnya tak mau dilihat dalam keadaan seperti itu. Eun Sung tak mau percaya…

EPISODE 2

Eun Sung tidak terima ibu tirinya mengkremasi ayahnya tanpa membiarkan dia melihat jasad ayahnya. Eun Sung tidak percaya mungkin saja itu bukan ayahnya. Tapi Baek Sung Hee berkata dia telah melihatnya dan menyuruh Eun Sung untuk percaya padanya. Akhirnya Baek Sung Hee memperlihatkan benda-benda pribadi ayahnya yang tersisa di tubuh korban. Eun Sung menangis sejadi-jadinya .
Eun Sung sempat bersilang pendapat dengan Baek Sung Hee, saat dia ingin mengajak EUn Woo ke prosesi upacara kematian ayahnya. Ibu tirinya khawatir Een Woo berbuat keributan.
“Bu, Eun Woo tidak bodoh”
“Saya telah membesarkannya selama 6 tahun!”
“Jadilah itulah yang dalam pikiran ibu selama mengurusnya selama ini!”
Baek Sung Hee diam-diam mengurus asuransi kematian suaminya.
Eun Woo akhirnya datang ke tempat upacara, dan sempet sedikit berulah.
Dari kejauhan ayahnya yang melihat kejadian itu menangis.

Sun Woo Hwan kesal karena kali ini dia telah datang ke tempat yang disepakati dengan membawa tas , tetapi Eun Sung tidak muncul. Saat ia sedang melampiaskan marahnya tiba-tiba neneknya muncul dihadapannya dan menggiringnya pulang.
Di rumah neneknya ingin Woo Hwan belajar mengurusi bisnis restoran peninggalan kakeknya yang berarti bagi nenek. Ibunya berusaha membujuk woo Hwan supaya mau datang ke restoran sup.

Esok pagi, Woo Hwan datang ke restoran dan disambut oleh manager restoran. Dia datang bagai bos yang seenaknya. Tetapi manager hotel menginginkan dia berlaku sopan dan memakai seragam karyawan sesuai perintah nenek Woo Hwan kepadanya. Woo Hwan menelepon Seung Mi menanyakan keadaan keluarganya. Tapi Seung Mi telah diperingatkan oleh Baek Sung Hee bahwa dia tidak boleh berbicara apapun kepada Woo Hwan.

Pihak berwenang datang ke rumah keluarga Eun Sung dan mulai menandai semua benda-benda di rumahnya untuk disita karena utang yang tak terbayar. Para investor datang menagih uang mereka pada Baek Sung Hee. Baek Sung Hee dengan mengiba menunjukkan dokumen-dokumen dan rekening-rekening yang tersisa yang mereka miliki, juga perhiasan yang dikenakannya. Dan memohon mereka menyingakan sekedarnya untuk mereka menyewa tempat tinggal.

Baek Sung Hee meminta Seung Mi membawa Eun Woo keluar. Dia berbicara empat mata dengan Eun Sung dan mengutarakan keinginannya agar dia Eun Sung pergi mencari tempat tinggal sendiri dan membawa Eun Woo. Eun Sung tak percaya dan mengira mereka selama ini adalah keluarga. Tapi Baek Sung Hee hanya malah menjawab “Keluarga katamu?. Keluarga adalah orang-orang yang saling benci tetapi mereka tidak dapat terpisah satu sama lain?”
Eun Sung tadinya berniat menitipkan Eun Woo sampai dia mendapat tempat tinggal dan pekerjaan. Tapi ibu tirinya malah berkata
“Jadi aku harus membiarkan Seung Mi tidur sekamar dengan Eun Woo?”
Seung Mi mendengar pembicaraan mereka dengan iba.

Eun Sung punya harga diri. Dia lalu beranjak pergi tak lama kemudian dengan membawa Eun Woo. Baek Sung Hee memberikannya segepok uang, dan minta Eun Sung mengambilnya demi Eun Woo. Eun Sung tinggal di hotel murah dan berusaha mencari tempat tinggal murah di sekitar Seol agar adiknya bisa tetap datang ke tempat dia bermain piano. Eun Woo dipukuli orang. Akhirnya Eun Sung datang ke rumah orang tua sahabatnya dan menitipkan Eun Woo sampai dia bisa mendapatkan tempat dan pekerjaan.

Baek Sung Hee dan Seung Mi pindah ke apartemen. Seung Mi heran dari mana ibunya punya uang untuk menyewa apartemen. Ibunya berkata dia meminjam uang. Seung Mi berkata mengapa ibunya bersikukuh tidak mengajak Eun Woo tinggal bersama mereka.
“Sampai kapan? Sampai mereka bisa mendapatkan sewa rumah?
Ibunya bersikukuh bahwa dalam keadaan ini susah bagi dirinya sendiri untuk bangkit.
“Menurutmu EunSung dalam waktu seminggu bisa mendapat tempat tinggal yang nyaman?. Trus bagaimana aku bisa menanggung semua biaya hidup mereka? Les piano Eun Woo?”
Ibunya berkata bahwa ia melakukan semua ini untuk Seung Mi.

Park Jun Se menghajar adiknya karena berniat mencampakkan Eun Sung setelah mengetahui ayahnya meninggal dan keluarganya bangkrut.
Park Jun Se bertemu ayahnya. Ayahnya kecewa bahwa Jun Se hanya mau mengurus restoran dan tidak mau mengurus perusahaan dan melakukan sesuatu yang lebih besar. Dia terinspirasi ucapan Eun Sung bahwa Eun Sung berusaha mencapai sesuatu yang menjadi keinginannya.

Eun Woo ternyata tidak dapat dikendalikan di rumah sahabat Eun Sung. Eun Woo mengamuk ingin bermain piano . Sahabatnya sampai memukul Eun Woo dan ibunya tak sanggup. Eun Sung terpaksa pergi dari situ walau belum berhasil mendapat pekerjaan. Mereka tinggal di tempat penampungan. Lagi-lagi Eun Woo berulah dan mereka pun diusir. (Aku ga tau tiba-tiba inget Kim Nam Gil yang suka sama anak-anak termasuk anak ABK spt Eun Woo, harusnya Eun Woo ketemu KNG hiks). Dan Eun Sung sadar bahwa diapun kehilangan uang pemberian Baek Sung Hee.

Eun Woo berkata ingin bertemu ayahnya. Dalam keadaan putus asa Eun Sung sempat akan mengajak Eun Woo bunuh diri, namun akhirnya tersadar dan meminta maaf.
Seung Mi ternyata berinsiatif mencari kebedaaan Eun Sung dan mengetahui Eun Woo ternyata tidak datang ke sekolah. Ibunya memarahinya dan menganggap Seung Mi berlebihan.

Baek Sung Hee datang menemui ibu Sun Woo Hwan, mereka membicarakan kedekatan Seung Mi dengan Woo Hwan. Baek Sung Hee menyinggung perlunya hubungan lebih serius antara anak-anak mereka.

Eun Sung mencoba mengubungi dan bertemu teman lamanya Hye Ri. Dia dan Eun woo sementara ditampung di kamar Hye Ri dan kekasihnya. Hye Ri mencarikannya pekerjaan sebagai waiter di sebuah klub malam sehingga siang hari dia bisa menjaga Eun Woo.

Woo Hwan kembali datang ke restoran nenek. Nenek meminta manager mengajari Woo Hwan cara bekerja dan tidak memanjakannya. Tapi Woo Hwan anak tidak sopan dan manja dia malah memukul manager.
Adik Sun Wo Hwan berulang tahun dan mengajak kakaknya Merayakannya di klub. Woo Hwan mengajak Seung Mi. Seung Mi m elihat Eun Sung bekerja disana dan tidak tega lalu pulang. Woo Hwan mengenali Eun Sung. Dia menuduh Eun Sung mengambil tasnya dan menjualnya. Dia mengancam Eun sung dan merusak hpnya

Malam hari Eun Woo disuruh kekasih hyeri ke supermarket. eun woo melewati tempat les pianonya dia membongkar jendela dan masuk. Gurunya memergokinya dan menelepon ibu tirinya. Baek Seung Hee menelepon Eun Sung tapi tak ada jawaban. (HPnya udah dirusak Woo Hwan). Ternyata ibu tirinya baru sadar bahwa Eun Woo bisa mengingat banyak nomor dan alamat apartemennya di luar kepala. Baek Seung Hee berniat membawa Eun Woo ke suatu tempat.

Hye Ri menelepon tempat kerja Eun Sung dan mengabarkan bahwa Eun Woo hilang

EPISODE 3

Banyak yang suka Brilliant Legacy, walau telat mungkin masih berguna..maaf ya

Go Eun Sung kesal karena di dunia ini ternyata ada orang seperti Sun Woo Hwan. Tiba-tiba seorang karyawan membawakannya telepon dari HyeRi. Eun Sung berkata HPnya rusak. Hye Ri dengan panik berkata bahwa Eun Woo hilang. Eun Sung pulang sambil menangis, dia kemudian lari ke jalan mencari dan memanggil Eun Woo dengan frustasi. Dia tak menemukan Eun Woo dan terduduk menangis.

Baek Sung Hee sadar Eun Woo ternyata mampu mengingat banyak nomor dengan mudah, dia membawa Eun Woo pergi jauh, dan mematikan ponselnya. Dia membawa Eun Woo ke suatu tempat. Dan berkata jika dia ingin bertemu kakaknya dia tidak boleh menelepon. Sung Hee pergi dan meninggalkanEun Woo.
Sung Hee tiba di rumah dia mengganti no telepon dia dan anaknya supaya Eun Woo tidak bisa menghubungi mereka.

Park Jun Se iba melihat kondisi Eun Sung. Ia tidak setuju Woo Hwan semena-mena terhadap Eun Sung. Eun Sung terlalu khawatir akan Eun Woo, dan hanya tidur sebentar untuk mencari Eun Woo.

Ibu Woo Hwan, Oh Yong Ran, membicarakan tentang Seung Mi dan ibunya kepada Jang Sook Jae nenek Woo hwan. Tapi nenek tidak setuju.

Seung Mi berniat berhenti dari kuliahnya dan bertengkar hebat dengan sang ibu. Seung Mi lalu mengajak Woo Hwan pergi jalan-jalan. Mereka pergi berdua naik motor. Dia ingat saat dia dulu didatangi gerombolan penjahat Woo Hwan menolongnya. Saat sambil menggendongn Woo Hwan berjanji akan menjaga Sung Mi . Di motor sambil memeluk Woo Hwan, Seung Mi minta Woo Hwan tidak kembali ke Amerika.
Woo Hwan pulang ke rumahnya. Dia disambut kemarahan nenek yang tau bahwa cucunya telah semena-mena memukul manager hotel. Dia mau cucunya Woo Hwan minta maaf.

Eun Sung kelelahan mencari Eun Woo dan ambruk pingsan di dekat rumah Hyeri. Jun Se melihatnya dan membopongnya masuk ke rumah Hyeri. Jun Se menyerahkan bingkisan HP untuk Eun Sung. Hyeri yang tidak mengenalnya heran.
Keesokan harinya Park Jun Se datang berkunjung ke rumah Hyeri dan memberikan sejumlah daftar panti yang bisa menampung anak berkebutuhan khusus seperti Eun Woo. Jun Se menawarkan cara untuk mencari Eun Woo.
Jun Se diam-diam memberikan sejumlah uang pada Hyeri untuk membantu Eun sung. Jun Se berkata dia secara emosional berhutang budi pada Eun Sung. Eun Sung ditemani Hyeri mencari tempat tinggal yang baru. Eun Sung juga berniat untuk berjualan kecil-kecilan.

Ayah Eun Sung, Go Jung Pyoong diam-diam ingin tau keberadaan anaknya. Dia mencari eun woo ke sekolah dan menelepon pihak sekolah tetapi tidak menemukan Eun Woo.

Eung Sung mulai berjualan makanan. Dia menggelar dagangannya, menguatkan tekadnya dan menawarkan makanan sambil memperdengarkan musik. Jun se mengamati dari jauh, dan datang membeli makanan Eun Sung
(duh baik banget ini orang, cakep lagi)

Di restokan Woo Hwan tidak meminta maaf kepada manager restoran. Dia malah kembali bertengkar dengan sang manager. Woo hwan dengan sok memberikan segepok uang 10 juta won kepada manager dan cara melemparkan uangke atas.
Manager menemui direktur Jang, dia berkata dia tidak membutuhkan uang itu dan ingin mengembalikan kepada cucu direktur Woo Hwan.

Nenek Jang di rumah menunggu Woo Hwan. Dia langsung menampar Woo Hwan. Nenek merasa malu cucunya bertingkah seperti itu. Nenek curhat kepada pengikut setianya Pyo Sung Chul dia merasa dia bersalah selama ini karena memanjakan Woo Hwan. Nenek merasa dialah yang salah mendidik Woo Hwan.
Di kamarnya Woo Hwan dan ibunya heran mengapa nenek samapi begitu tega memukul Woo Hwan. Mereka tidak mengerti mengapa nenek masih menjada restoran itu. Woo Hwan marah dan berkata jika nenek meninggal dia sebagai pewarisnya akan menjual restoran itu. Nenek Jang tidak sengaja mendengar itu semua, dia sangat sedih dan terpukul. (menantu dan cucunya tak mengerti makna perjuangan neneknya)
Nenek memutuskan untuk merenung dan mereview kembali perjuangan hidup dan bisnisnya dari awal dulu. Dia memakai baju berjualannya waktu dulu (seperti napak tilas). Pyo Sung Chul mengetahuinya, pagi-pagi sekali nenek pergi, dia berpesan dia akan baik-baik saja Pyo Sung Chul mengerti alasan nenek.
Nenek berjualan di dekat tempat Eun Sung berjualan. Seorang laki-laki hendak mengusirnya nenek bilang dia hanya orang miskin sebatang kara yang mencari uang. Eun Sung mendengarnya. Nenek melihat cara Eun Sung yang berjualan sambil menyanyi. Dia teringat masa mudanya yang berjualan sambil bernyanyi menggendong anaknya, Min Suk. Tiba-tiba nenek berhalusinasi melihat Minsuk lari. Nenek memanggil-manggil Minsuk dan lari mengejarnya. Bayangan Min suk menuruni tangga, nenek mengikutinya, tetapi dia jatuh terguling ke bawah dan tak sadarkan diri.

Eun Sung menuju ke rumahnya, dia kaget melihat nenek tua tergeletak dan terluka. Dia membawa nenek ke rumah sakit. Dokter bilang ingatan nenek terganggu. Dokter berjanji menghubungi pihak berwajib untuk mencari tau keluarga nenek. Eun Sung akan mencari adiknya kembali dan berpamitan kepada nenek. Tapi nenek malah memeluk Eun Sung erat-erat.

EPISODE 4
Eun Sung berpamitan dan berkata pada nenek bahwa dia akan pergi mencari adiknya. Eun Sung berharap ingatan nenek cepat pulih. Tiba-tiba nenek memeluk Eun sung erat-erat. Nenek berkata ia tidak mau ditinggal sendirian.
Eun sung tak tega, akhirnya dia membawa nenek ke tempat tinggalnya.
Hyeri mengatui hal ini Dia sempat beradu mulut denan hyeri n eun sung hyeri berkata mengapa dia mengurus seorang nenek, padahal mengurus diri sendiri saja dia sudah sulit. Eun Sung membela diri dan berkata nenek lupa ingatan sementara.
“apa kau lupa adikmu”, kata Hye Ri
“Justru karena aku ingat Eun Woo, aku melakukkanya. Eun Woo tak tau dimana dan aku juga berharap dengan merawat nenek ada orang juga bersedia merawat Eun Woo”

Nenek diam-diam mendengar pembicaaraan mereka. Eun Sung masuk dan menanyakan kondisi nenek. Eun Sung tau nenek lapar tetapi dia tidak punya nasi, mereka makan sisa makanan yang tidak terjual. Nenek tidak enak hati, karena tahu kondisi Eun Sung sulit.

Woo Hwan diberi tahu neneknya tidak ada di rumah. Tetapi dia masih marah pada nenek, dia memutuskan untuk secepatnya kembali ke Amerika. Dia memesan tiket one way.

Seung Mi menemui Woo Hwan di bar. Begitu tau Woo Hwan akan kembali ke Amerika dia terpukul dan langsung minum. Woo Hwan heran karena seung Mi tidak pernah minum. Seung Mi mabuk dan tidak percaya Woo Hwan mempearlakukannya dengan buruk. Woo Hwan berkata ia memang laki-laki yang “buruk”, dan tidak menyangka Seung Mi bisa menyukai laki laki buruk (bad guy) seperti dia.

Eun Sung pulang kerja dan melihat baju di kaki lima, dia memberlikan baju untuk nenek. Di rumah nenek curhat, dia tidak ingat siapa dia. Pastnya dia orang yang sangat miskin karena memakai baju seperti seorang pengemis. Eun Seung menghibur nenek dan memperlihatkan baju yang dia beli untuk nenek.
Pagi-pagi sekali nenek mendapati Eun Sung terkantuk-kantuk membuat makanan untuk dibawa berjualan. Nenek tidak ingin merepotkan Eun Sung dan berkata bahwa dia bisa pergi ke kantor polisi sendirian. Namun ,Nenek akhirnya dengan setia menemani Eun Sung menjual makanan.

Keluarga nenek cemas karena tidak tau keberadaan nenek. Woo Hwan mengira nenek menghindar darinya karena telah memukulnya. Tapi Woo Hwan tetap ingin pulang dan berencana berkemas. Tiba-tiba dia ingat tasnya dan ingat Eun Sung. Dia menelepon klub malam tempat dia trakhir kali bertemu Eun Sung, tetapi ternyata Eun Sung sudah tidak bekerja di sana. Dia mencari senior Eun Sung, Lee Hyung-jin, tetapi dia juga tidak tau dimana eun sung. Woo Hwan kesal sekali baru kali ini seorang perempuan berani mempermainkannya.

Eun Sung pulang kerja dan sibuk menempel berita kehilangan adiknya. Park Jun Se mengajaknya makan siang. Mereka membuka bekal masing-masing di bangku taman. Jun se sayang dan kasihan melihat Eun Sung yang terlihat lelah. Eun Sung tiba^tiba mimisan. Dengan sigap Jun Se mengeluarkan saputangannya dan melap hidung Eun Sung. Dia juga membeli tissu dan mengurusnya sejenak. (Huu Oppa ini baiikk bangettt). Dia melihat Eun Sung hanya makan sisa jualannya, dan menukar dengan bekal miliknya. Dia menawarkan Eun Sung bekerja di restorannya saja dan bersama membuat menu. Tapi Eun Sung mengira restoran itu milik seniornya yang brengsek Lee Hyung-jin. (dulu sih Oppa ngijinin dia ngaku-ngaku!). Eun Sung tersinggung dan berkata bahwa dia tidak minta dikasihani. Eun Sung pergi meninggalkannya.
Eun Sung pulang ke rumah, nenek melihatnya dengan telaten merapikan uang-uangnya selembar demi selembar
“Kamu, semuda ini sudah peduli terhadap uang”, kata nenek berkomentar
“Aku juga tidak pernah menyangka akan mencari uang, uang itu sesuatu yang menakutkan”
Tiba-tiba nenek ingat dia pernah mengatakan hal yang sama,
“Karena uanglah aku kehilangan ayahku, dan karena uang juga aku kehilangan adikku. Jika adikku kembali aku akan mencari banyak uang”.
Nenek tiba-tiba teringat saat dia menampar Woo Hwan, kepalanya langsung sakit.

Tuan Park, ayah Jun Se mendapat kabar Direktur jang tidak ada. Dia pergi ke rumah Direktur Jang.

Nenek menelepon Pyo Sung Chul, dia berkata dia baik-baik saja, tetapi dia masih akan pergi beristirahat beberapa hari lagi.
Pyo Sung Chul melaporkannya pada nyonya Oh. Woo hwan bertanya dimana neneknya. Tapi pelayan Pyong bilang nenek tidak mau mengatakannya. Woo Hwan benar-benar berpikir nenek menyesal karena telah memukulnya (dasar anak ga tau diri ya ga sadar-sadar juga). Ibunya menyuruhnya tidak pergi sampai nenek pulang.

Park Jun Se kembali menemui Eun Sung, dia mengajaknya makan siang. Jun Se meminta maaf karena tidak mengerti perasaan Eun Sung. Dia berkata dia tidak mau mengasihani Eun Sung hanya ingin membantu Eun Sung untuk mandiri. Jun Se kembali menawarkan kerja di restoran karena jam kerjanya fleksibel. Eun Sung perlu bekerja sebelum menemukan adiknya. Jun Se membungkuskan makanan untuk nenek.

Eun Sung pulang dan membawakan makanan untuk nenek, nenek mengenali asal restoran itu. Eun Sung berkata akan melamar di restoran,. Tiba-tiba nenek berulah dan menjawab ketus. Eun Sung heran dengan perubahan gaya bicara nenek.
“Jangan-jangan nenek mulai ingat sesuatu ya”
Nenek lalu menyindirnya “Apa kau mau mengusirku?”

Baek Sung Hee senang karena alasan Seung Mi berhenti kuliah ternyata ingin kerja di perusahaan makanan keluarga Woo Hwan. Sung Hee berkata iut ide bagus yang tidak pernah terpikir olehnya. Seung Mi heran ibunya begitu picik. Dia juga protes karena tidak diijinkan berkata terus terang pada Woo Hwan bahwa ayah tirinya sudah meninggal. Sung Hee berkata bahwa Woo hwan masih polos dan dia bisa jadi jatuh cinta pada wanita lain lagi. Sung Hee meminta anaknya menuruti rencananya karena pasti keluarga Woo Hwan akan selektif memilih pasangan untuk pewaris tunggal mereka.

Saat pulang kerja, Eun Sung dimarahi oleh ibu pemilik rumah karena nenek merusak taman , mencabuti bunga juga mencuri selimut. Nenek bilang dia kedinginan dan tidak suka berbagi selimut. Dia juga bosan dengan makanan tanpa daging yang itu-itu aja.
Eun Sung kewalahan dan meminta nenek mengerti karena dia tidak punya uang dan hidupnya juga sedang sulit.

Pagi hari dia bertanya pada nenek baju apa yang kira-kira cocok dia kenakan untuk wawancara. Nenek dengan segan menjawabnya. Eun Sung bercerita bahwa direktur di tempat yang ia lamar tidak terlalu mempedulikan penampilan dan suka membantu menerima karyawan dari orang-orang miskin. Nenek sepertniya tidak suka dan cemburu. Tiba-tiba dia brekata perutnya sakit sekali dan minta dibawa ke rumah sakit. Eun Sung walau ragu terpaksa membawa nenek ke rumah sakit. Dia tau dia telah terlambat untuk wawancara. Di rumah sakit karena alasan uang dan berkata sakit perutnya sudah hilang, dia tidak mau di check up lebih lanjut. Eun Sung menangis di pojok rumah sakit. Dia kecewa dia tidak bisa wawancara.
Di rumah EunSung terus menangis.
“Apa kau mau mengusirku?”
“Mengapa kau terus mengatakan hal itu padaku. Aku pernah diusir dari rumah dan tau rasanya tiba-tiba tidak ada tempat tinggal. Tentu aku tak akan mengusir nenek”
Nenek terharu. Malam itu nenek memasaknya tepung kimchi istimewa untuk EunSung walau dari bahan seadanya.

Keesokan harinya Eun Sung panik karena kehilangan nenek Jang. Lalu seorang laki-laki menjemputnya. Eun Sung masuk ke dalam mobil dan dibawa ke sebuah rumah rumah mewah. Eun Sung heran.
“Bukankah kau mau bertemu nenek”
“Tetapi nenekku itu sebatang kara dan tidak mungkin tinggal di tempat sebagus ini”
Eun Sung akhirnya masuk, dan dia kaget nenek Jang memanggilnya

EPISODE 5

Eun Sung memasuki rumah besar itu. Nenek Jang memanggilnya masuk. Percaya tak percaya Eun Sung mengenali orang itu “nenek”nya. Nenek senang dan mengajak Eun Sung sarapan. Eun Sung heran jika nenek begitu kaya mengapa dia harus berjualan di pinggir jalan. Nenek memberinya kode untuk bicara perlahan
“Ssttt…seorang nenek juga punya rahasia!”
Eun Sung tertawa.
Nenek menawarkan Eun Sung tinggal dirumahnya.
“Bukankah kau dulu pernah bilang mau tinggal bersamaku?”
“Itu karena aku mengira nenek sebatang kara”
Nenek berjanji akan membantu mencarikan Eun Woo jika Eun Sung tinggal bersamanya.

Nyonya Oh dan anak perempuannya heran, mengapa nenek harus menagajak orang luar tinggal di rumah mereka walau orang itu telah menyelamatkan nenek. Nenek berkata dia bukan sekedar orang yang menyelamatkan nya dari kecelakaan, tapi juga menyelamatkan hidupnya dan memberikannya tempat tinggal di tempatnya yang sempit selama 7 hari. Nenek heran mengapa dia tidak bisa melakukan yang perlu di rumahnya sendiri. Cucu perempuannya berkata mengapa tidak beri saja dia hadiah / uang yang banyak.
“Uang banyak?. Kau ini, mencari uang 1 sen saja tidak pernah”
Nenek menyuruh mereka menyiapkan lantai 3 untuk tempat Eun Sung.

Eun Sung bercerita pada Hye Ri. Hye Ri begitu bersyukur, untung saja Eun Sung tidak mengikuti perkataanya untuk mengusir nenek itu. Hyeri mendukung Eun Sung untuk mau pindah ke rumah nenek demi Eun Woo.

Pengacara Park, melaporkan tentang perusahaan kepada direktur Jang. Dia menanyakan kabar direktur? Dia juga heran direktur mengijikan orang luar tinggal di rumahnya hanya karena telah ditampung dalam waktu hanya 1 minggu
“Menurutmu 7 hari waktu yang pendek? Tuhan menciptakan alam semesta dalam waktu 7 hari!”
Seung Mi senang karena dia telah lolos tes dan diterima di perusahaan Woo hwan karena prestasinya sendiri. Ibunya telah selesai membuat draft proposal untuk mengajukan lamaran menjadi franchise restoran milik keluarga Sun Woo Hwan. Seung Mi curiga dari mana ibunya mendapat uang untuk modal.

Woo hwan masih mencari eun sung. Dan minta temannya membantumencarinya

Eun Sung sedang mengepak barang-barangnya. Tiba-tiba sahabatnya datang, dia lega bisa menemukan Eun Sung. Dia menyesal perihal Eun Woo waktu itu. Dia juga berkata Seung Mi mencari Eun Sung. Juga pacar brengseknya.

Akhirnya Eun Sung mau pindah ke rumah nenek Jang. Dia datang membawa koper. Tiba-tiba Hwan melihat Eun Sung memasu ki halaman rumahnya. Mereka bertengkar. Adik dan ibunya keluar rumah.
“Jika aku tahu ini rumahmu aku juga tidak mau pergi ke sini”
Adiknya membenarkan bahwa dia mengenal eun sung yang mengambil koper kakanya. Dia berkata pada ibunya Eun Sung itu penipu.
Eun Sung sedih dan tersinggung dia angkat kaki dari rumah itu
Nyonya Oh bingung apa yang harus dia perbuat.
Eun Sung bertemu nenek, tapi dia heran Eun Sung tetap pergi.
Nenek Jang bertengkar dengan cucu-cucunya.

Nenek menantang cucunya untuk membuat rencana tentang kehidupan yang akan mereka jalankan dalam waktu seminggu.

Eun Sung pulang lagi ke tempat tinggalnya semula dia dapat telepon untuk wawancara di perusahaan Jin Sung.
Dia datang ke tempat itu ternyata dia menemui direktur Jang.
Dia mengaku dialah direktur Jinsung company. dulu Eun Sung gagal melamar di Jin Sung company gara-gara dia.
Nenek diberi tahu alasan dia ribut dengan cucunya. Dia minta agar Eunsung jangan menjaga harga dirintya demi Eun Woo. Nenek masih ingin eun sung tinggal bersamanya.
Sung Hee datang Jinsung company untuk mengurus proposal ke tuan Park. Dia kaget mengetahui Eun Sung bersama direktur Jang, lalu bersembunyi. Sung Hee khawatir Eun Sung orang yang akan tinggal di rmah keluarga Woo Hwan.
Eun Sung pergi ke restoran Jun Se, dia terharu teryata Jun Se telah memajang rapi poster tentang adiknya di restoran. Eun Sung khawatir boss restoran (mantan pacarnya) akan marah. (eun sung masih salah sangka boss restoran itu mantan pacarnya). Dia lalu pergi bersama Jun Se.

Seung Mi dan Woo Hwan datang ke restoran. Lalu Seungmi melihat poster yang dipajang dia syok mengetahui bahwa Eun Woo Hilang. Seung Mi pulang memberitahu ibunya, tapi ibunya pura-pura tidak tau.

Atas saran Jun Se, Eun Sung akhirnya memutuskan meEun Snuju rumah nenek Jang. Di jalan ia ditunggu oleh nenek JAng. dan membawanya langsung ke rumahnya. Nenek berkata sekarang Eun Sung adalah anggota keluarga juga. mereka saling menyapa dengan kaku. Nenek telah mempersiapkan kamar untuk Eun Sung yang tertata baik di loteng.

Seung Mi merasa bersalah terhadap Eun Woo dia membaca no telep di poster dan menelpon Eun Sung. Tapi tak ada jawaban dr Eun Sung.
Woo Hwan dan adiknya bersikap memusuhi Eun Sung. Eun Sung berkata bahwa dia tak percaya nenek mempunyai cucu seperti Woo Hwan
“Mungkin kamu cucu adopsi, atau mungkin tertukar saat di rumah sakit!”
(skak buat woo Hwan)

Eun Sung pergi untuk memperingati 49 hari kematian ayahnya, dia minta maaf kepada ayah karena tidak membawa Eun Woo bersamanya. Pada saat yang sama Seung Mi dan Sung Hee juga pergi. Seung Mi heran akhirnya ibunya mau memperingati 49 hari kematian ayahnya. SUng Hee punya rencana lain terhadap Eun SUng. Eun Sung ada miscall di hpnya, dia menelepon balik dan ternyata adalah Seung Mi. Mereka bertiga bertemu kembali, Sung Hee bersikat seolah-olah dia khawatir dan merasa bersalah terhadap Eun Sung. Dia berkata mencari dan menelepon kemana-mana juga ke sekolah Eun Woo. Eun Sung mulai percaya karena tau Seung Mi memang mencarinya.
Sung He akhirnya berkata pada anaknya dia berbuat semua itu karena Eun Sung sekarang tinggal di kediaman Woo Hwan dan diterima bekerja di Jin. Dia tidak mau mendapatkan kesan buruk di keluarga woo Hwan atau Seung , kecuali Seung Mi mau melupakan Woo Hwan atau berhenti kerja.

Sung Hee bertemu Eun Sung dan menceritakan hubungan Woo Hwan dengan Seung Mi. Dia membujuk Eun Sung demi Seung Mi agar tidak menceritakan tentang meninggalnya ayahnya kepada kelurga Woo Hwan dan pura-pura mereka tidak saling kenal.

Seung Mi masih sangat mencintai Woo hwan, pagi itu Seung Mi masuk kerja yang pertama kalinya. Ibu menyuruhnya untuk pura-pura tidak tau bahwa Eun Sung juga bergabung bersama Jinsung Company.
Eun Sung tak menyangka dia bertemu Seung Mi dan menjalani orientasi bersamaan.

Ayah Eun Sung , Go Pyung Jung mencari istrinya. Dia menemui istrinya ditempatnya dia biasa merawat kecantikannya. Seung Mi terkejut melihat sosok yang dikenalnya

EPISODE 6

Sung Hee ketakutan melihat sosok suaminya tiba-tiba mendatanginya. Go Joong Pyung menenangkan istrinya dan meminta maaf, bahwa dia belum meninggal dunia. Suaminya menjelaskan bahwa dia bingung namanya muncul dalam list orang meninggal. Dan kebangkrutannya juga sama saja seperti membunuhnya. Dia beranggapan dengan meninggal anak istrinya bisa cukup hidup dari uang asuransi. Sung Hee bingung saat suaminya menanyakan Eun Woo dan Eun Sung. Dia menjawab bahwa Eun Sung membawa EUn Woo ke amerika dengan uang asuransi itu. Go Jung Pyung menanyakan alamat istrinya , tapi sung HEe tidak memberikannya dan hanya menjanjikan akan bertemu lagi.

Eun Sung makan bersama denga keluarga Woo Hwan, tetapi woo hwan menolak makan bersama dengan EUn Sung, dia masuk kamar. EUn Sung diminta nyonya Oh mengajaknya makan. Mereka lagi-lagi bertengkar tentang tas dan menuduh eun sung penipu. Eun Sung berkat bahwa benar adanya dia membutuhkan tasnya pada hari itu. Hari yang berarti bagi dia.
“Karena aku anak perempuan ayahku”. Dia akan coba mencari tas Woo Hwan.

Woo Hwan akhirnya penasaran dan membuka tas Eun Sung. Dia sepertinya mulai percaya dan tidak menganggap eun sung seorang penipu. Dia melihat foto eun sung dengan ayahnya dan menemukan kado sepasang sepatu pria untuk ayahnya.

Seung Mi melihat ibunya pulang dengan muka pucat. Seung Mi mengira Eun Sung mau membongkar hal sebenanya pada Woo Hwan. Tapi ibunya bilang Eun Sung bahkan mau mereka berpura-pura tidak mengenalnya.

Nenek Jang, CEO Jinsung Company, memberikan sambutan di orientasi karyawan baru. Dia sempat melihat pakaian Eun Sung yang sederhana, sepatunya yang tidak formal. Dia memanggil Eun Sung ke ruangannya dan memberinya uang untuk membeli baju dan sepatu formal.

Eun Sung bertemu dengan Seung Mi. Dia menanyakan apakah barang-barangnya dulu masih mereka simpan. Seug Mi mengiyakan. Eun Sung menanyakan alamat mereka. Seung Mi buru-buru mengatakan dia akan membawakan barang itu kepada Eun Sung .
Eun Sung mulai bekerja sebagai trainee di restoran soup. Pulang kerja Park Jun Se menjemputnya. Dia mengantar Eun Sung berbelanja. Eun Sung ingin menghemat uang dari nenek jang dia berbelanja baju dan sepatu di pasar. Eun Sung bingung memilih antara dua sepatu. Jun Se menyuruh eun sung memberli keduanya saja, dia akan membelinkannya satu untuk Eun Sung. Eun Sung menolakkarena akrena beranggapan Jun Se orang susah seperti dirinya.
Sung Hee, mengunjungi sahabatnya Nyonya Oh RYu Han di rumahnya. Dia berkata bahwa dia membatalkan rencana proposal waralabanya karena merasa bersalah anaknya bekerja di perusahaan induknya. (alasan…). Sung Hee tidak sengaja meninggalkan HPnya di sana.

Pada saat yang sama Woo Hwan menjemput Seung Mi di kantor, mereka berjalan-jalan ke butik mewah. Seung Mi memilihkan baju bagus untuk Woo Hwan. Woo Hwan berniat membelikan baju bagus untuk Seung Mi tapi seung Mi berkata sebenarnya bukan itu yang diinginkannya. Woo Hwan dan Seung Mi makan malam sederhana dengan mi istan di pinggir sungai, sesuai keinginan Seung Mi.
Woo Hwan bercerita dia tidak ingin meneruskan perusahaan neneknya dan ingin menjualnya. Karena perusahaan itu mengingatkannya kepada ayahnya
Eun Sung mengembalikan uang sisa belanja ke nenek Jang, Eun Sung menolak halus saat nenek akan memberikan uang itu padanya. Nenek sempat bertanya mengapa ia hanya untuk membeli sepasang sepatu.

Pagi-pagi sepulang bekerja mengantar susu. Nyonya Oh minta Eun Sung untul mengantarkan HP temannya yang tertinggal ke alamat apartemen yang ia tulis. Tanpa tau siapa pemilik HP itu , Eun Sung datang ke apartmen yang dimaksud. Seung Mi membukakan pintu. Keduanya terkejut dan tiba-tiba kikuk. Eun Sung merasa dibohongi karena mereka ternyata tinggal di apartemen mewah, dia beranjak pergi.
Seung Mi mengejar Eun Sung sambil membawa tas Woo Hwan.
Dia dengan gugup berkata bohong bahwa dia mendapatkan semuanya dari ayah kandungnya.
Ayahnya mewasiatkan sejumlah uang untuk hadiah pernikahannya.
Dia meminta maaf pada EunSung dan memberikan tas yang dicari Eun sung. Eun Sung berkata bahwa dia tidak akan mengatakan apapun kepada Woo Hwan dan akan pura-pura tidak saling kenal.
Eun Sung pergi. Seung Mi merasa heran pada dirinya sendiri karena dia bisa tega berbohong.

Eun Sung mengembalikan tas milik Woo Hwan, Woo Hwan membuka tasnya, dan mengetahui bahwa tasnya memang tidak pernah dibuka siapapun.

Baek Sung hee bertemu kembali dengan Go Jung Pyong. Seung Hee memberikannya sejumlah besar uang, dan memeintanya pergi untuk beberapa saat. Dia tidak bisa menerima suaminya kembali tinggal bersamanya setelah dinyatakan mati
“Kita akan dituduh penipu dan kita harus mengembalikan semua uang asuransi”
Go Jung Pyong bilagn dia akan berhati-hati. Sung He bilang dia tidak mau sembunyi-sembunyi. Dia menyalahkan suaminya yang dari semula juga tidak memberitahu apa-apa tentang kebrangkutan dan tentang kematian palsunya. Suaminya minta Sung He yang mengutarakan sebenernya. Akhirnya dia berkata dia tidak bisa menerima suaminya kembali. suaminya telah mengacaukan hidupnya dan mengingkari janjinya dahulu bahwa dia tidak perlu merasa takut kekurangan uang dan tak perlu khawatir dengan status sosial.
Go Jung pyong tidak terima, tapi dia tidak biso a memaks a. Dia hanya tanya bagaimana dia bisa tau kabar EUn Sung. Sung Hee berjanji akan menulis e-mail, jika ada kabar dari Eun Sung.

Sung hee menemui direktur Park. dia mulai mendekati ayah Jun Se.

Nenek meminta cucu-cucunya menyerahkan proposal rencana karir dan hidup mereka. Woo Hwan berencananya akan membuat golf course terbesar di korea.
“dari mana kau mendapatkan dana untuk itu”. Woo Hwan menyebutkan sebuah lahan milik mereka.
“Itu lahan untuk dibuat perumahan untuk karyawan”. Woo hwan berkata nenek bisa membeli lahan lain untuk apartemen . nenek kecewa.
Dia lalu memeriksa rencana Jung. ternyata jung berencana mengikuti kursus kuliner dan mempercantik penampilannya. dia ingin menikah. nenek tentu saja kecewa.
Nenek mengingat dulu Eun Sung yang bersemangat dan berkata ingin tinggal bertiga bersama nenek dan Eun Woo dan pernah berkata dia tidak mungkin mengusir nenek dijalanan.

NEnek berbicara berdua dengan pelayan Pyo.
“kau telah tau semuanya sebelumnya bukan?. Aku selama ini buta. Hidupku tidak berarti. Dan aku telah menghasilkan panen yang buruk tapi aku tak menyadarinya. aku hanya melihat gunung yang ada di kejauhan”
Bukankah jika hasil panen buruk sebaiknya kita memusnahkannya, dan menanam yang baru dan memberinya pupuk.
Sepertinya nenek sudah memikirkan apa yang akan dia lakukan untuk keluarganya.i

Pagi hari dia memanggil tiga anggota keluarganya. Nenek berkata dia terpaksa melakukan iniuntuk ketiga orang yang dicintainya. Bahwa mulai saat ini nenek akan menarik semua fasilitas dan dukungan keuangan yang biasa mereka peroleh. Mereka harus mandiri dan bekerja.
Selain itu nenek berkata akan mewariskan saham dan kekayaannya kepada Go Eun Sung.

EPISODE 7

Nenek Jang memanggil menantu dan cucu cucunya. Oh Young Ran, Sun Woo Hwan dan Sun Woo Jung. Dia berkata akan mencabut semua dukungan finansial dan fasilitas yang mereka dapatkan selama ini. Mereka harus bekerja untuk mendapatkan uang. Juga akan mewariskan saham dan kekayaannya kepada Go Eun Sung. Mereka bertiga protes keras.

Pagi-pagi Eun Sung pergi mengantar susu. di tengah jalan di dikejutkan dengan sepeda mini berhias yang ditujukan kak Jun Se untuknya. Berwarna merah muda, berpita, dengan balon dan ucapan selamat karena telah diterima sebagai pegawai baru (so sweet…). Jun Se tahu, kaki eun sung kerap pegal-pegal karena sejak pagi harus bekerja mengantar susu. . Eun Sung dengan gembira menaiki sepeda itu

BL

Nenek menyuruh menantunya bekerja di pabrik kimchi, Jung di outlet dan Hwan di restoran pusat, tempat dia pernah bekerja di restoran soup dulu.
Tapi Hwan protes keras, nenek juga tegas bahwa jika tetap mau tinggal di rumah Hwan harus kerja disana. Hwan membenci kerja di restoran soup.
“Aku lebih baik pergi dari sini”
“Kalau begitu pergi saja”, nenek juga menantang.
Woo Hwan beranjak pergi, nenek menyita kunci mobil Hwan.

Hwan akhirya pergi meninggalkan rumah itu, dengan uang terbatas. Dia pergi ke kamar temannya yang sempit. Dan menginap di situ.

Malamnya dia malah pergi ke tempat karaoke bersama teman-temannya dan banyak minum-minum. Temannya tak ada yang mau membayar, dia terpaksa membayar semuanya. Dia tak betah tinggal tinggal di rumah temannya. Dia tinggal di hotel mewah presidential suit. Dia diminta membayar uang dimuka. Uang hwan semakin menipis.

Oh Young Ran dan anaknya Jung terpaksanya bekerja mengikuti keinginan nenek. Mereka semakin membenci Eun Sung. Nenek Jang hanya memberi uang saku dan transport 10.000 won sampai mereka menerima gaji bulanan.
Nyonya Oh pergi ke pabrik makanan, hanya dia dianggap karyawan rendah biasa dan bertugas memotong-motong lobak yang besar-besar (beda dengan lobak di Indonesia). Nyonya oh yang tidak biasa bekerja tentunya kewalahan.
Nasib jung juga tidak baik dia kerja di restoran sebagai pelayan part-timer untuk jam-jam sibuk. Tentunya dia kewalahan ke sana kemari dengan bersikukuh memakai sepatu hak tinggi.
Mereka berdua tidak kuat dan tidak siang hari sudah kabur pulang ke rumah dengan keadaan sakit dan pegal-pegal. Nenek menekan mereka gajinya juga kecil jika mereka kerja hanya 2-4 jam. Nenek menantangnya Jung apa dia bisa menemukan tempat kerja lain.

Nyonya Oh Yong ran menelepon temannya Sung Hee tentang masalah buruknya ini. Dia juga meminta tolong Seung Mi mengantar baju untuk Hwan. Sung Hee melihat ini kesempatan yang baik pada Seung Mi untuk mendukung Hwan.
Saat Seung Mi datang, nenek menyindir mereka, harusnya mereka membawa truk bukan gadis yang kurus untuk dapat mengambil barang-barang Hwan.

Seung Mi menemui Hwan di lobi hotel dan mengajaknya makan. Dia mau memberikan kartu kreditnya pada Hwan, tetapi Hwan menolaknya dia tidak mau ditolong wanitanya.

Eun Sung ditelepon Jun Se Oppa dia mengajak Eun Sung makan bersama.

Oh Young Ran dan Jung masih berusaha bekerja sesuai perintah nenek.
Jung menemui Park Jun Se. Dia meminta bisa bekerja di restorak Kak Jun Se. tapi Jun Se berkata bahwa ini restoran special, hanya orang yang berpengalaman dan punya kompetensi khusus yang bisa bekerja di tempatnya. Jung menggandeng Jun Se dan mengajakya pergi. Jun Se kikuk.
Eun Sung datang karena ada janji dengan Jun Se. Dia melihat Jung bersama Jun Se. Sambil menggandeng lengan Junse, Jung berkata polos bahwa Jun Se orang dekat keluarga mereka dan pemilik restoran ini.
Eun Sung terperangah dan merasa dibodohi selama ini. Eun Sung bergegas pergi. Jun Se memanggilnya. Jung heran bagaimana Kak Jun SE juga mengenal Eun Sung.
Eun Sung lari dan Jun Se mengejarnya tapi Eun Sung marah.

Hwan masih tinggal di kamar hotel mewah. Petugas hotel menagih biaya kamar dan minuman keras. Hwan diharuskan membayar tagihan. Hwan menelepon ibunya, meminta ibunya membayarkan hotel dan minumannya. Ibunya panik dan bilang dia juga tidak punya uang. Oh Yong Ran menemui ibu mertuanya. Dia minta ibunya membayarkan tagihan-tagihan hwan, jika tidak hwan bisa dibawa kekantor polisi. Nenek kali ini tak ingin mengasihani Hwan akibat ulahnya, nenek membiarkan Hwan. Dan juga melarang direktur Park yang juga ipar Oh Yong Ran membantunya

Hwan marah neneknya tidak mempedulikannya. Hwan dibawa ke kantor polisi dan ditanyai petugas. Tetapi disana dia membuat ulah dan ribut dengan polisi, dia langsung dipenjarakan. (ada ya… orang kacau kayak hwan hehe).
Ibunya terus memikirikan Hwandan tidak bisa tidur. Dia tiba-tiba teringat menelpon Jun Se.

Pagi-pagi sekali Jun Se sudah muncul di kantor polisi dan mengeluarkan Hwan dari tahanan polisi. Hwan tidak suka pada Jun Se, jadi dia keki ditolong Jun Se.

Hwan dengan terpaksa pulang ke rumahnya. Dia juga tak punya pilihan kecuali bekerja di restoran nenek. Hwan sempat protes ketika dia bekerja di tempat yang sama Eun Sung dan menyuruh Eun Sung mengajak Hwan pergi bersamanya. Ibunya membujuknya untuk sementara mau mengikuti kemauan nenek.

Sebelum pergi nenek memberinya uang saku 10000 won. Eun Sung mengajak Hwan pergi mencari bus, tapi Hwan tetap memanggil taksi. Hwan terkena macet, ongkos taksinya membengkak dan dia datang terlambat. Dia menyuruh eun sung membantu membayarkan taksinya karena uangnya kurang. Eun Sung meminjamkan uang 5000 won. Hwan langsung memberikan semua dan tidak meminta kembalian. Eun Sung kaget ketika melihat ongkos taksi hanya 11 ribuan. (anak ini emang sok kaya banget lagi ga punya uang juga)
Eun Sung kesal dan bilang dia tidak akan membayarkan bus jika dia pulang nanti.
Woo hwan balik menuduh Eun Sung yang berlagak , mentang-mentang nenek akan menyerahkan warisannya padanya. Eun Sung kaget mendengarnya.

Leave a response and help improve reader response. All your responses matter, so say whatever you want. But please refrain from spamming and shameless plugs, as well as excessive use of vulgar language.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s